Tampilkan postingan dengan label kisah omjay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah omjay. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juni 15, 2021

berbagi pengalaman penilaian di masa pandemi

APKS PGRI is inviting you to a scheduled Zoom meeting.

Topic: *Berbagi Pengalaman Penilaian di Masa Pandemi Covid 19*
Time: *Selasa, 15 Juni 2021 pukul 19:00 WIB*

Join Zoom Meeting
https://zoom.us/j/97027284023?pwd=VWR5VFhuK0FlNzBSV2JZMktndlVLdz09

Meeting ID: 970 2728 4023
Passcode: PGRI

Kamis, Oktober 15, 2020

kata pengantar guru blogger indonesia untuk buku menulis bersama omjay

KATA PENGANTAR GURU BLOGGER INDONESIA 
MENULIS BERSAMA OM JAY

Ibu Surdijanti  adalah penulis aktif yang menuntaskan pendidikan di SDN 2 Rejasari tahun 1980, kemudian melanjutkan sekolah di SMP N 1 Purwokerto tahun 1983. Beliau melanjutkan sekolah  di SMEA Negeri Purwokerto jurusan Tata Usaha sampai tahun 1986. Di perguruan tinggi kuliah di UMP Muhammadiyah mengambil jurusan PMP dan berhasil menyandang gelar sarjana tahun 1994. 


Pengalaman kerja penulis dimulai dengan  Wiyata Bakti tahun 1988 (waktu itu masih kuliah nyambi mengajar) di SMP Ma’arif NU Pekuncen Ajiabang, kemudian diangkat sebagai Guru Bantu pada tahun 2003 dan ditempatkan di SMP Dipo Pekuncen Ajibang. Tahun 2008 tepatnya bulan November barulah penulis diangkat sebagai CPNS dan ditempatkan di SMP N 1 Karanglewas. Tahun 2009 beliau diminta dan dialihtugaskan mengajar di SMP N 8 Purwokerto sampai sekarang.


Kuliah daring merupakan pengalaman yang tidak pernah terlupakan sepanjang hayatnya. Hal ini terjadi karena ada rasa khawatir ketinggalan dan cemas kuota habis. Sebelum kuliah beliau menyuruh anaknya membeli kuota terlebih dahulu. Setelah itu berusaha membuat blog melalui http://blogger.com . 


Ternyata beliau mengalami kegagalan berulangkali dalam membuat blog. Beliau selalu mencoba,  namun gagal lagi. Jalan terakhir yang dilakukan adalah meminta bantuan anak perempuannya yang masih kuliah. Anak zaman sekarang benar-benar IT-nya hebat-hebat. Dalam hitungan detik, pembuatan blog pun berhasil. Alhamdulillah blog pertamanya jadi. Mulailah beliau menulis bersama Omjay.


Bagi penulis pemula tentu saja beliau merasa gagap saat mau mengawali merangkum materi. Solusinya saling membaca blog peserta lain yang memuat tulisan resume para peserta di WA grup. Hal ini diperbolehkan, asalkan tetap mencantumkan sumbernya. Sebagai seorang penulis pemula tentu akan minder, lalu bertanya apakah tulisan saya layak dibaca atau tidak? 

Pesan OmJay adalah supaya bisa menulis ya terus saja menulis. Mulailah menulis yang ringan-ringan saja. Berawal dari 3 alinea. Alinea pembuka yang memikat hati pembaca. Alinea isi yang terurai sistematis, dan alinea penutup yang membuat orang lain tercerahkan. 


Adapun hasil resume kuliah yang diikuti, bagaimana membuat dan menerbitkan buku, yaitu ; 
 Banyak membaca buku-buku agar mudah menuangkan kata demi kata.
 Pantang berputus asa, harus selalu bersemangat.
 Bahasanya sederhana agar mudah dimengerti dan dipahami oleh orang lain
 Dilaksanakan secara terus menerus secara istiqamah
 Lebih mudah membuat buku berdasarkan pengalaman sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
 Berbagi ilmu dan pengalaman itu penting 
 Diperlukan kolaborasi dengan editor.
 Diniati jangan hanya untuk meraih kenaikan pangkat tetapi berbagi dengan sesama supaya pintar.
 Dibutuhkan kesabaran yang tinggi karena membuat buku perlu proses yang panjang.
 Buku adalah gudangnya ilmu.

Berbekal semangat dan niat yang kuat, beliau tetap bersemangat mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir. Kuliah kedua bersama Om Jay tentang PTK. Dalam hati beliau sangat berbunga-bunga karena akan mendapatkan apa yang selama ini ingin dilakukan yaitu membuat PTK sampai selesai. Tapi sayang harapan itu pupus karena materi yang disajikan  tidak mendetail tentang PTK, hanya garis besarnya saja.


Di antara jenis penelitian tersebut, yang diutamakan dan disarankan adalah penelitian tindakan kelas (Action Research). PTK bukanlah sesuatu hal yang sulit dilakukan oleh seorang guru. Semua itu bisa diangkat dari permasalahan sehari-hari di mana kita mengajar dan untuk menulis bukanlah menjadi hambatan bagi seorang guru. Semua tergantung pada motivasi, keinginan, serta semangat dari diri sendiri untuk mencoba memulai menulis dan jangan ragu untuk memulai menulis. 


Guru dituntut untuk dapat menulis laporannya. Selama ini kendala yang muncul dari guru yang berstatus PNS jika mengajuan kenaikan pangkat dari IV a ke IV b adalah adalah pada UNSUR UTAMA Poin E. PKB (Penilaian Kinerja Berkelanjutan) ada 3 point yang harus diperhatikan yaitu Pengembangan Diri, Publikasi Ilmiah, dan Karya Inovatif.

 

Alhamdulillah sedikit banyak kuliah kali ini menginspirasi untuk membuat PTK, Best Practice dan membuat buku. Ibarat pepatah mengatakan:  SEKALI DAYUNG TIGA PULAU TERLAMPAUI. Beliau berharap bisa mewujudkan cita-cita dalam pembuatan PTK sehingga bernilai guna juga bagi sesama dan terutama bagi karir kenaikan pangkat.


Sifat tulisan terbagi ke dalam 4 sifat, yaitu:
1. Pribadi tertutup yakni tulisan bersifat sangat pribadi dan cenderung dirahasiakan agar tidak dibaca atau terbaca oleh orang lain. Tulisan ini biasanya berupa diary, surat-surat pribadi, ataupun catatan-catatan rahasia.

2. Pribadi terbuka yakni tulisan bersifat pribadi ataupun sangat pribadi, tetapi dibiarkan ataupun disengaja untuk dibaca orang lain. Tulisan semacam ini muncul akibat perkembangan teknologi informasi, terutama di dunia internet. Tulisan-tulisan di blog, situs, ataupun media sosial cenderung banyak yang bersifat pribadi, subjektif, dan kadang malah dibuat sesuka hati.

3. Publik terbatas, yakni tulisan yang ditujukan untuk konsumsi orang banyak, tetapi dalam lingkup terbatas, misalnya lingkup komunitas, lingkup keagamaan, ataupun lingkup sesama teman yang saling kenal.

4. Publik terbuka, yakni tulisan yang ditujukan untuk konsumsi orang banyak secara terbuka dan luas, meskipun menyasar pada segmen pembaca tertentu. Tulisan ini bebas dibaca siapapun yang berminat.

Setelah mengenal jenis-jenis tulisan  beliau membuka audio yang ditayangkan.  Pada perkuliahan kali ini adalah tentang pengalaman pertama seorang penulis dalam membuat buku yang diilhami oleh pengalaman dalam kehidupan pribadi penulis dan kisah-kisah nyata di lingkungan kehidupan beliau

Belajar menulis buku bisa dimulai dari: silaturahmi melalui berbagai media, dunia penulisan dapat didapat melalui pelatihan, diklat maupun during, dan bergaul dengan para penulis.


Kurangnya ide kadang menghambat aktivitas menulis. Tidak perlu menunggu ide/kejadian hebat untuk menulis. Hal biasa saja yang kita tulis akibat kita melakukan/mengalami sesuatu. Jadi yang paling mudah ditulis adalah aktivitas sehari-hari dimanapun dan kapan pun kita berada.


Bila kita rajin menulis perlahan tapi pasti akan terlatih dan jadi produktif menulis. Itulah yang menjadi harapannya. Alhamdulillah malam ini beliau dapat berkenalan dan belajar langsung tentang membuat buku dari narasumber hebat. 


Keterbatasan kondisi geografis dan budaya, aktivitas menulis dan berkarya memiliki tantangan sendiri buat para guru-guru terutama kendala-kendalanya adalah:
1. Gaya bahasa, ada beberapa istilah yang Bahasa Indonesia yang dimaknai secara berbeda di daerah.
2. Penggunaan komputer, banyak yang belum mengenal MS Office.
3. Listrik di beberapa wilayah hanya menyala di malam hari.
4. Ejaan yang belum disempurnakan

Salam Blogger Persahabatan
Omjay, Guru Blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com

Minggu, Juli 05, 2020

Yukoweses yuk!

Keliling Kampung Naik Sepeda 
sepeda mini milik istri

Sudah lama tidak bersepeda. Keinginan gowes begitu menggema didada. Awalnya hanya di sekitar rumah saja. Lama lama kok enak juga bersepeda. Keliling kampung naik sepeda. 

Sepeda mini yang lama sekali tidak saya pakai di Bekasi dan sama kakak ipar dibawanya ke Garut. Katanya untuk dipakai berolahraga sepeda keliling kampung di Garut. 
pemandangan indah di desa

Kini terasa manfaatnya.  Saya bersepeda keliling kampung di Wanaraja Garut. Saat jalanan menurun asyik sekali rasanya. Saat menanjak menguras keringat. Saya tak sanggup lagi gowes. Di warung sepi saya berhenti. 

Naik sepeda memang enak.  Tapi kalau jalannya menanjak lebih enak naik sepeda gunung.  Kalau naik sepeda mini langsung terasa gowesnya. Kedua kaki terasa pegal sekali dibuatnya. 

Di warung berwarna biru saya beristirahat dulu.  Mau ke pasar Wanaraja takut Corona. Jadi kita main saja dari desa ke desa. Sekedar melepas lelah sambil melihat pemandangan indah. Di sekililing jalan banyak sawah. Ada dibangun perumahan mewah. Mepet sama sawah.  Hahaha. 
omjay istirahat sejenak

Semoga tidak dirusak oleh para pengusaha real estate pemandangan indah ini.  Sawah sawah yang dulu menghijau kini tergantikan dengan rumah mewah. Jumlah penduduk semakin bertambah. Sawah sekarang banyak yang sudah jadi rumah. 

Akibatnya rumahnya banjir karena dulu bekas penampungan air.  Hujan besar menyergap rumah yang dulunya sawah. Semoga itu tidak terjadi di desa ini. 

Yuk gowes lagi ke sana kemari. Berolahraga menyehatkan diri. Sambil mencari inspirasi yang bisa dibagikan hari ini.  Sampai nanti ya! 

Salam Blogger persahabatan 

Omjay
Guru Blogger Indonesia 
Blog inspirasi menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.

Klik http://wijayalabs.com/about

Sabtu, Juli 04, 2020

Menuju Wanaraja Garut

Menuju Wanaraja Garut 

Malam ini kami sekeluarga berangkat ke Wanaraja Garut dari Bandung.

Kakak ipar yang mengendarai mobil saya.  Tadinya saya malas pergi. Sebab hari ini lelah sekali. Seharian ikut webinar dari pagi hingga sore hari. 

Anak dan istri merayu. Katanya bosan di rumah terus. Mereka ingin menikmati suasana desa. Akhirnya saya tak kuasa menolak permintaan mereka. 

Pukul 21.00 wib kami berangkat. Anak dan istri bersuka cita. Kampung bojong Garut jadi tujuan kami. 

Rumah sudah dirapihkan tetangga.  Ada saudara istri yang ikut bantunya. Kita tinggal datang ke sana. Sampai sana tinggal tidur seperti di hotel saja. 

Jalan tol alhamdulillah lancar dan sebentar lagi sudah sampai tol cilenyi. Rencana mau mampir beli tahu Sumedang yang digoreng dadakan. 

Menurut gubernur Jawa Barat bapak Ridwan Kamil,  Garut termasuk daerah aman wabah Corona. Kemarin kakak ipar baru saja dari sana. Jadi tenang berlibur ke sana. 
Badan sudah berasa enakan. Tadi sempat tertidur sebentar. Makan malam dengan sayur toge, tahu dan tempe goreng nikmat terasa. Segelas air teh hangat menyegarkan tubuh yang tambun ini. 

Rasanya waktu berputar sangat cepat sekali.  Habis sholat subuh saya sudah mandi, lalu jalan kaki di sepanjang jalan Jamika Bandung. Pulangnya makan di warung nasi untuk sarapan pagi. 

Sampai rumah menyiapkan laptop dan internet untuk webinar nasional peran guru TIK PGRI. Lalu cari posisi di kamar yang sepi. Minum obat dulu itu pasti. 

Pukul 09.00 wib acara dimulai.  Saya menyapa semua peserta dan narasumber dengan gembira. Saya baru pertama kali jadi host dan moderator dengan jumlah besar. Jadi wajarlah masih ada suara yang bocor. Kita bida dengar di acara siaran ulangnya. Alhamdulillah youtube chanel tv andi dan melek it ramai sekali.  Tidak kalah ramai dengan yang ada di zoom. 

Sempat pusing atur waktunya.  Sebab narsum ada yang berubah jadwalnya. Namun alhamdulillah bisa juga. Walaupun waktunya jadi sampai pukul 13.00 wib. 

Terima kasih buat penerbit andi yang sudah memfasilitasi acara ini. Juga epson indonesia yang selalu mendukung kegiatan kami. Doorprize printer banyak ditunggu peserta hari ini. 

Alhamdulillah sebentar lagi melewati nagrek. Dulu pernah mobil kakak ipar mogok di sini.  Waktu itu supirnya masih baru belajar nyupir. Lupa ganti kopling di saat menanjak. 

Sudah tak sabar sampai kampung Bojong Wanaraja Garut. Sepanjang jalan lancar. Biasanya macet di tempat ini. Apalagi di saat lebaran idul fitri. 

Mohon izin melepas lelah. Semua peralatan komunikasi akan saya matikan. Mohon dijapri saja kalau ingin hubungi Omjay.

Bus Budiman dan Primajasa sudah mulai banyak menuju Garut dan Tasikmalaya. Rumah makan sudah kembali penuh di sepanjang jalan. 

Di dalam mobil anak anak menyanyi. Nama lagunya love on top. Beyonce penyanyi Amerika yang menyanyikannya. 

Sekarang sudah diturunan Nagrek. Mobil meluncur dengan lancar. Selancar saya menulis kisah perjalanan ini. 


Salam Blogger Persahabatan 

Omjay
Guru Blogger Indonesia 
Blog http://wijayalabs.com

Bertemu Ayah dan Ibu di Dunia Mimpi

Mimpi Bertemu Almarhum Ayah dan Ibu. 


Malam ini saya terbangun dari mimpi. Saya bertemu dengan ayah dan ibu yang telah tiada di alam mimpi. Tentu saja saya senang sekali. Sudah lama tak bertemu mereka selama ini. 

Ayah dan ibu sehat semuanya. Mereka tinggal dalam rumah besar dan bahagia. Saya diajaknya keliling kota naik kereta di Purwakarta. Lucunya nama kereta Primajasa. Nama bus yang melewati Purwakarta bila kita ingin ke Bandung lewat jalur biasa. 

Saya terbangun karena mendengar suara adzan. Saya pikir waktu sholat subuh sudah tiba. Begitu lihat jam di dinding kamar, ternyata baru setengah tiga pagi. 

Rupanya di kota Bandung,  ada adzan sebelum subuh dari masjid.  Maksudnya membangunkan orang yang ingin sholat tahajud. 

Saya pun langsung ke kamar mandi. Ambil air wudhu lalu sholat tahajud.  Bunda Sri Utami di Solo juga mengirimkan  pesan di WA seperti biasa. Tahajud yuk!, katanya.

Usai sholat saya berdoa.  Semoga almarhum ayah dan ibu diampuni semua dosanya dan diterima segala amal ibadahnya. 

Menjadi anak yatim piatu itu tidak enak. Untunglah saya menjadi yatim piatu setelah menikah di Bandung.  Waktu itu ayah dan ibu masih sehat dan segar bugar. Mereka terlihat sangat bahagia dan bangga menikahkan anaknya di Gedung Padepokan Seni Bandung.

Ibu meninggal karena darah tinggi. Ayah meninggal karena diabetes. Kedua penyakit ini sekarang menghinggapi diri ini. Pola makan harus dijaga, isturahat yang cukup, banyak berolahraga. dan jangan banyak pikiran kata dokter. Nikmati hidup apa adanya. 

Memang harus saya akui.  Malam ini lelah sekali. Saya langsung terbang ke dunia mimpi. Kelas guru menulis sudah dikerjakan oleh para narsum dan tim hebat. Saya tinggal mengawasi saja jalannya acara. 

Anak saya Intan mengambilkan saya segelas air putih hangat. Alhamdulillah enak di tubuh tambun ini. Intan melanjutkan tidurnya. Saya memilih menulis untuk bercerita bertemu ayah dan ibu. 

Ya Allah pertemukan kami kelak. Cabutlah nyawa hamba dalam keadaan Khusnul Khotimah. Jadikan hamba anak yang sholeh. Seorang anak yang selalu mendoakan orangtuanya yang telah tiada. 

Saya menangis sesunggukan. Ingat ayah dan ibu. Kangen ingin bertemu ayah dan ibu. 

Waktu itu ibu memegang perut istri saya yang sedang mengandung. Mendoakan agar lahir anak yang cantik dan baik. Intan lahir tanpa dilihat neneknya. Innalillahi wainnailaihi rojiun.

Ayah ikut melihat Intan besar. Tujuh tahun kemudian adiknya Berlian lahir. Ayah yang memberi nama anak anak saya.  Intan dan Berlian. Katanya biar kamu kaya karena punya Intan dan Berlian.

Ayah meninggal di rumah sakit Muhammadiyah Cempaka Putih.  Malam itu ayah terlihat sehat. Tak ada tanda tanda beliau akan berpulang. Saya yang menemani ayah di hari terakhirnya. Ayah meninggal dengan mengucap kalimat dua kalimat syahadat. Wajahnya tersenyum dan kami menangis. Innalillahi wainnailaihi rojiun.

Sedih kalau ingat hari itu.  Kami memandikan jenazahnya di rumah sakit. Ayah dikuburkan satu makam dengan ibu. Taman Pemakaman Umum Pondok Malaka Jakarta Timur, menjadi tempat peristirahatan mereka. 

Malam ini saya bertemu mereka lagi walaupun hanya dalam mimpi. 

Saya teringat pesan bapak kyai Basrah Lubis. Guru mengaji kami. Ada tiga amalan yang bagus. Pertama, Doa anak yang sholeh dan terus menerus mendokan kedua orang tuanya yang telah tiada. Kedua shodaqoh jariah yang senantiasa berbagi rezeki kepada sesama. Ketiga berbagi ilmu yang bermanfaat. 

Waktu telah menunjukkan pukul 03.24 Wib di kota Bandung. Kalau saya tidur lagi, takutnya sholat subuh kesiangan. Saya putuskan untuk membaca kitab suci Al Quran untuk menenangkan diri. 

Bertemu ayah dan ibu membuat saya bahagia sekali pagi ini.  Semoga saya bisa seperti mereka. Ayah dan ibu selalu berbuat baik kepada sesama sepanjang hidupnya. 

Masih saya ingat ketika ibu wafat. Banyak sekali yang mengantarkan ibu ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Tujuh tahun kemudian ayah menyusul dan menyatukan cinta mereka kembali di alam kubur. Setiap pulang mengajar, saya sempatkan untuk mampir ke makam ayah dan ibu. Namun, semenjak wabah Corona yang semakin merajalela di Jakarta, saya belum pernah menengok makam ayah dan ibu. Mungkin karena itu mereka mengunjungi saya di dunia mimpi. 

Hidup di dunia hanya sementara. Akan ada hidup sesudah mati. Persiapkan diri menghadapi kematian. Quran dan sunah jadikan panduan agar kita tidak tersesat jalan. 


Salam Blogger Persahabatan

Omjay
Guru Blogger Indonesia 
Blog http://wijayalabs.com